Awalnya Benci Islam, Amr bin Ash Justru Jadi Pedangnya Islam, Simak Kisahnya!

Namanya adalah Amr bin Ash, seorang pedagang yang sukses dan dikenal hingga daerah Timur Tengah. Sosoknya terkenal sebagai sosok yang membenci Nabi Muhammad SAW namun siapa sangka di akhir hayatnya justru menjadi pendekar Islam. Berkat kekaguman kita kepadannya, pastinya kita penasaran bagaimana tentang perjalanan hidupnya bisa mendapatkan hidayah Islam.

Bagi yang pernah mendalami sejarah awal mula Islam dikenal di kota Makkah, mungkin nama Amr bin Ash sudah tak asing. Amr memiliki nama lengkap Amr bin al-Ash bin Wail bin Hasyim bin Su’aid bin Sahm. 

Dalam perjalanan risalah Islam, ternyata Allah hendak menguji setiap manusia di muka bumi untuk mengetahui manakah yang beriman dan kafir kepada-Nya.

Melalui utusan Rasulullah SAW kisah tentang para sahabat yang akhirnya ikut memeluk Islam, bahkan tak jarang pula yang awalnya meyakini kemudian berbelok arah untuk menentang dakwah Rasulullah SAW ditengah perjalanan.

Salah satu sosok yang Allah SWT kehendaki hidayah kepadanya adalah Amr. 

Siapakah ia? Mari simak pembahasannya dalam artikel Blog Evermos.

Siapa itu Amr bin Ash?

Dalam biografinya Amr memiliki nama lengkap Amr bin Ash bin Wail bin Hisyam bin Said bin Sahm al-Qurasyi as-Sahmi.

Mengutip dari kompasiana, Amr diperkirakan lahir pada 547 M dengan ibunya bernama Nabighah binti Khuzaimah dan ayahnya Al-Ash bin Wail.

Amr adalah sosok yang cerdas dan mampu bersiasat hal tersebut juga dibuktikannya dengan menjadi seorang pedagang yang sukses pada masa tersebut.

Namun bagi Allah, cukup secara intelektual saja belum cukup untuk membekali perjalanan seorang hamba agar bisa menjadi orang yang beruntung.

Perlunya ketakwaan dalam seseorang yang dimunculkan dengan ketaatan kepada utusan-Nya yaitu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam.

Di masa Rasulullah SAW berdakwah ada banyak pemuka-pemuka yang merintangi dakwahnya dan membenci Islam termasuk Amr.

Hingga suatu saat Rasulullah memohon agar Allah menurunkan azab kepada mereka, dan turunlah firman Allah,

 “Tak ada sedikit pun campur tanganmu dalam urusan mereka itu atau Allah menerima taubat mereka, atau mengazab mereka karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang zalim.” (QS Ali Imran: 128)

Allah SWT memerintahkan kepada Rasulullah agar tidak mendoakan datangnya azab dan menyerahkan urusan mereka kepada Allah semata.

Siapa sangka bahwa ada sosok yang begitu memusuhi Islam justru mendapatkan hidayah untuk memeluk Islam dan ikut turut berjuang dalam memenangkan agama Islam yaitu Amr bin Ash.

Amr bin Ash Sebelum Masuk Islam

amr bin ash
Sumber: pexels.com

Lantas bagaimanakah sosok Amr sebelum ia memasuki Islam? 

Amr bin al-Ash terkenal memiliki bakat sebagai negosiator ulung yang dipimpin oleh bangsa Quraisy, berbahasa fasih dan seorang penyair yang puitis. 

Amr juga termasuk salah satu orang yang memiliki bakat dalam mahir menunggang kudanya, hal ini membuat Amr bin Ash selalu memiliki tugas dari orang Quraisy untuk melancarkan pergerakkan mereka melawan Rasulullah SAW dan para sahabatnya.

Perjalanan dakwah yang dipimpin oleh Nabi Muhammad SAW selama 13 tahun itu tidaklah mudah.

Di masa awal kenabian, Nabi Muhammad SAW harus melihat betapa banyak pengorbanan yang diberikan oleh Muslim yang masuk Islam pertama untuk mempertahankan keimanan mereka.

Sebab itu pula Allah SWT memberikan perintah kepada umat Muslim agar melaksanakan hijrah ke negeri lain agar dapat menyelamatkan agama Islam serta menyebarluaskannya.

Suatu ketika informasi tersebut terdengar, kaum Quraisy memerintahkan kepada Amar bin Ash agar Amr menjadi seorang delegasi kaum Quraisy untuk membawa kaum muslimin yang sedang hijrah ke negeri Habasyah.

Amr bin Ash Setelah Masuk Islam

amr bin ash
Sumber: pexels.com

Kisah masuknya Amr bin Ash berawal mula dari perintah kaum Quraisy supaya mengutus Amr bin Ash dapat merintangi dakwah Rasulullah SAW kepada penguasa Najusi.

Pada masa tersebut, Amr menggunakan siasat kepada penguasa Najusi dan berkata agar kaum muslimin dapat dibawa olehnya karena telah mengkhianati leluhur mereka.

Musuh yang harus dihadapi oleh Amradalah Ja’far bin Abu Thalib yakni seorang cendekiawan pula yang ahli dalam bersiasat.

Untuk mengatasi serangan Amr, kepada sang raja Ja’far kemudian membacakan ayat-ayat Al-Qur’an dan dibacakanlah surat Al-Maryam yang akhirnya membuat Raja Najusi mempercayai kaum muslimin.

Amr bin Ash kepada Raja Najusi meminta agar membunuh utusan orang yang didatangi Jibril, namun Raja Najusi marah dan menolaknya.

Setelah Negus berkata Amr sangat celaka sambil berkata bahwa Nabi Muhammad ada dalam kebenaran dan Allah SWT pasti memenangkannya atas siapa saja yang menentangnya sebagaimana memenangkan Musa dari bala tentara Fir’aun dan Fi’raun sendiri.

Saat mendengarnya kemudian terbukalah pintu hidayah pada diri Amr dan meminta raja Najusi menjadi saksi bahwa Amr menyatakan dirinya masuk Islam.

Amr Bertemu Rasulullah SAW

Berlanjut dari kisah sebelumnya, setelah Amr bin Ash menyatakan dirinya masuk ke dalam Islam ia kembali ke Mekkah.

Kemudian Amr pergi menuju tempat Rasulullah SAW dan bertemu dengan Khalid bin Walid lalu mengajaknya untuk masuk ke dalam Islam.

Keduanya akhirnya berangkat supaya dapat menghadap kepada Nabi Muhammad SAW.

Rasulullah SAW kemudian membaiat Amr serta Khalid bin Walid sebagai orang yang berserah diri dan masuk ke dalam Islam.

Perjuangan Amr bin Ash di dalam Islam

Hidayah yang datang kepadanya tak membuat Amr surut mengikuti perjalanan dakwah Islam.

Dirinya selanjutnya bergabung menjadi rombongan tentara yang turut serta dalam peristiwa Fathu Makkah.

Peristiwa Fathu Makkah adalah peristiwa pembebasan kota Mekkah dari kafir Quraisy yang sudah tak berdaya dan tidak memiliki pertolongan lagi.

Selain Fathu Makkah, Amr juga mendapatkan kepercayaan dari Rasulullah untuk mengikuti berbagai peperangan kaum muslimin.

Sosok yang kini terkenal sebagai pembela Islam tersebut memiliki sifat yang luhur seperti kejujuran, tekad dan ketulusan dalam memperjuangkan Islam.

Pada masa Khulafaurrasyidin atau masa pemerintahan setelah Rasulullah SAW yang dipimpin oleh Umar bin Khattab, Amr memiliki peran dalam ekspansi wilayah Islam ke Palestina.

Amr bin Ash adalah seorang yang berpikiran tajam, cepat tanggap dan berpandangan jauh ke depan. Ia juga seorang yang amat berani dan berkemauan keras dan cerdik. Ia juga memiliki jabatan sebagai gubernur di Palestina dan Yordania. 

Di tahun ke-43 Hijriah, ia wafat dan mengemukakan riwayat hidupnya dalam kalimat berikut.

“Pada mulanya aku ini seorang kafir, dan orang yang amat keras sekali terhadap Rasulullah SAW hingga seandainya aku meninggal pada saat itu, pastilah masuk neraka. Kemudian aku membaiat kepada Rasulullah SAW, maka tak seorang pun di antara manusia yang lebih kucintai, dan lebih mulia dalam pandangan mataku, daripada beliau. Dan seandainya aku diminta untuk melukiskannya, maka aku tidak sanggup karena disebabkan hormatku kepadanya, aku tak kuasa menatapnya sepenuh mataku. Maka seandainya aku meninggal pada saat itu, besar harapan akan menjadi penduduk surga. Kemudian setelah itu, aku diberi ujian dengan beroleh kekuasaan begitu pun dengan hal-hal lain. Aku tidak tahu, apakah ujian itu akan membawa keuntungan bagi diriku ataukah kerugian.”

Melihat dari kisah Amr bin Ash tersebut, kita tentunya dapat memetik hikmah bahwa setiap manusia akan mendapatkan petunjuk apabila hatinya ingin mendapatkan hidayah.

Itulah kisah para sahabat Nabi Muhammad SAW yang perjuangan dan semangatnya patut kita contoh sebagai seorang Muslim.

Semoga kisah ini dapat menginspirasi saudara serta bisa menjadi manfaat dengan menyebarluaskan link artikel berikut.