Setelah Ramadan, Amalan Apa Saja yang Harus Dilakukan pada Bulan Syawal?

Bulan Ramadan telah usai, kini kita telah memasuki bulan Syawal. Lalu, amalan apa saja yang harus dilakukan pada bulan syawal? Simak jawabannya pada artikel Kasensor berikut ini.

Sumber tulisan ini diambil dari KASENSOR (Kajian Senin Sore) yang merupakan salah satu program kajian di Evermos setiap minggunya. Topik tentang Amalan Apa Saja yang Harus Dilakukan pada Bulan Syawal yang disampaikan oleh ustadz Rayk Manggala Syah Putra.

Berikut penulis sajikan informasi ini dengan terstruktur.

Setelah Ramadan, Lalu Apa?

Dalam Kasensor kemarin, ustadz Rayk mengungkapkan berdasarkan para ulama bahwa mereka itu sampai melakukan 6 bulan setelah Ramadan itu untuk memohon kepada Allah untuk menerima seluruh amal shaleh yang mereka lakukan selama bulan Ramadan.

Jadi, setiap sholat fardhu 5x sehari mereka memohon agar setiap amalan ibadahnya yang mereka ikhtiarnya selama Ramadan  diterima Allah SWT.

Lalu, pada 6 bulan berikutnya, mereka berdoa kepada Allah agar mereka sampai pada bulan Ramadan berikutnya kembali.

Nah, ini memang menunjukkan karakternya ulama. Adapun bagi kita yang awam, maka effort yang bisa kita lakukan adalah meniti jalan mereka.

Jadi, tidak ada salahnya ketika pada waktu sholat atau pada waktu-waktu yang mustajab, kita bisa memohon kepada Allah SWT untuk menerima seluruh amal sholeh kita selama di bulan Ramadan itu.

Berhubung sekarang sudah hampir 2 pekan setelah Ramadan, kita harus membangkitkan semangat.

Setelah Ramadan itu bulan Syawal. Hanya saja, pada bulan Syawal itu mau melakukan apa?

Baca juga: Pahami dengan Benar! Kedudukan Transaksi Jual Beli dalam Syariat Islam

Amalan yang Bisa Kita Lakukan di Bulan Syawal

Amalan Apa Saja yang Harus Dilakukan pada Bulan Syawal
Sumber: shutterstock.com

Adapun amalan-amalan yang bisa kita lakukan di bulan Syawal seperti puasa 6 hari di bulan Syawal. Boleh berturut-turut ataupun tidak.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, sebetulnya apa parameter disebut graduan atau lulusan terbaik dari orang-orang yang melaksanakan puasa di bulan Ramadan ini.

Parameternya kita harus kembalikan pada ayat Al-Quran yang mungkin selama ini selalu kita perdengarkan di bulan Ramadan.

Ayat Al-Quran tersebut dalam Surat Al-Baqarah ayat 183 yang berbunyi:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,”

Apa Parameter Level Ketakwaan?

Jadi, parameternya adalah check level ketakwaan kita selama bulan Ramadan. Itu adalah parameter yang paling mudah.

Kalau misalnya di bulan Ramadan kita istiqomah membaca Al-Quran, walau belum khatam, walau hanya beberapa lembar atau ayat, hal ini menunjukkan bahwa ditengah keterbatasan waktu dan melakukan kesibukan apapun tetap melaksanakan membaca Al-Quran dan amalan lainnya.

Jadi, sebetulnya jika kita menyempatkan artinya ada tenaga atau upaya untuk melakukan ibadah kepada Allah SWT.

Nah, untuk saat ini sudah selesai Ramadan, logikanya dari segi energi telah normal kembali. Justru konsumsi jadi normal, maka seharusnya ketika konsumsi normal adalah energi kita justru lebih baik ketimbang di bulan Ramadan.

Harusnya lebih baik lagi saat ini untuk mengejar ketertinggalan amalan-amalan di bulan Ramadan untuk dilaksanakan pada bulan Syawal ini.

Maka dari itu, hal ini menjadi perhatikan kita apakah kita mendapatkan title la’alakum tattakun atau orang-orang yang bertakwa.

Cara Mendapatkan Title Takwa 

Coba cross check lagi, misalkan ketika Ramadan sholat kita on time, pada saat usai Ramadan apakah masih on time atau tidak?

Bisa tidak kita tetap istiqomah atas hal itu? Karena diantara parameter ketakwaan seseorang itu adalah mereka mampu continue, mampu melakukan amalan-amalan sholeh yang mereka lakukan.

Maka dari itu, lagi-lagi yang bisa mengaudit diri kita, apakah kita mendapatkan title ini ataukah tidak, itu terrefleksikan atau tercerminkan dari bagaimana setelah Ramadan ini berlalu.

Tapi memang kita tidak bisa memungkiri ketika bulan Syawal ini belenggu syaitan ini dilepas. Tapi itu tergantung seberapa kuat pertahanan yang kita bangun selama bulan Ramadan.

Jadi, bagaimana menghadapi bulan Syawal? Itu terrefleksikan pada bulan Ramadan.

Iman pun seringkali naik atau turun, tapi yang membedakan seseorang yang bertakwa ini adalah ketika mereka dalam kondisi drop, mereka tidak berlarut-larut dalam kondisi drop itu.

Justru mereka tau dan mencari cara alternatif untuk menaikkan derajat keimanan dan ketakwaan.

Cari alternatifnya seperti apa, misalnya intensitas bacaan Al-Qurannya menurun, tetapi sedekah meningkat.

Jangan sampai ketika intensitas baca Qurannya menurun, malah beralih ke baca komik atau novel. Hal ini tentu alternatif yang keliru.

Jadi, harus pastikan amalan-amalan kita tetap iqtiqomah agar title takwa ini terus melekat pada diri kita.

Ketika Sudah Dapat Level Takwa, Apa Benefitnya?

Allah SWT memahami karakter manusia yang ingin mendapat benefit dari apa yang telah diupayakannya.

Di dalam Surat Al-Anfal ayat 29, Allah memberitahukan kepada kita mengenai reward bagi orang-orang yang bertakwa itu.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

Artinya: “Hai orang-orang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan. Dan kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.”

Menurut para ulama, furqan di sini maksudnya adalah dapat membedakan mana yang haq dan mana yang bathil.

Hal ini tentu menjadi fenomena umat Muslim saat ini, banyak yang masih bingung membedakan hal yang baik dan buruk.

Padahal bagi mereka yang bertakwa, kemampuan ini akan terasah dengan baik kalau mereka mengasah ketakwaannya.

Dan Allah pun akan menjauhkan dari kesalahan-kesalahan dan mengampuni segala dosa dan Allah memiliki karunia yang amat besar.

Dalam Surat Al-Anfal ini, Allah menegaskan jika kita termasuk hamba-hamba yang bertakwa, berusaha menjaga keimanan dan ketakwaan kita disaat yang bersamaan.

Maka Allah memberikan kita karakter yang mampu membedakan yang haq dan yang bathil.

Ketika keilmuan membedakan haq dan bathil ini menjadi keilmuan yang langka pada saat ini.

Terkadang orang sangat sulit untuk membedakan hal yang baik dan buruk karena bisa jadi level ketakwaannya tidak diasah.

Atau cara dia untuk memperbaiki hubungan dirinya dengan Allah atau memperbaiki amalan-amalan sholehnya itu minim.

Maka dari itu, berusahalah untuk menjaga level ketakwaan kita. Karena bagaimana pun semisal sedikit pun ayat Al-Quran yang kita baca akan menjadi wasilah atau penolong di hari akhir.

Lakukanlah amalan-amalan yang mampu menyelamatkan kita dari api neraka.

Seringan-ringannya siksa api neraka, diletakkan sandal di kaki yang mendidih itu kepala. Maka jangan pernah berpikiran sedikit pun bahwasannya untuk masuk ke neraka.

Bagaimana Caranya Agar Kita Selalu Taat Pada Perintah Allah?

Kita harus tahu bahwa hidup kita itu akan dipertanggungjawabkan. Maka kita harus memperhatikan segala langkah hidup kita, keputusan-keputusan yang kita pilih. Hal tersebut perlu kita perhatikan untuk kebahagiaan akhirat kita.

Jadi, jika kita mengingat bahwa segala apa yang kita lakukan itu dipertanggungjawabkan, maka kita harus berhati-hati dalam bertindak.

Lakukanlah segala perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya. Itulah definisi dari taqwa.

Demikianlah ulasan Kasensor kali ini tentang amalan apa saja yang harus dilakukan pada bulan Syawal.

Semoga informasi ini dapat bermanfaat, boleh bagikan artikel ini kepada yang lain agar mereka sebagai pengingat dalam kebaikan.

Untuk membaca artikel Kasensor lainnya, Anda dapat mengunjungi situs Blog Evermos. 

×