7 Cara Berdagang Menurut Ajaran Agama Islam

0

Di dalam agama Islam apa pun sudah memiliki ketentuan masing-masing, kebanyakan berasal dari tuntunan sekaligus tauladan yang bermanfaat dari Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Salah satu tuntunan dari Nabi Muhammad SAW yaitu berdagang. Karena beliau memang terkenal sebagai pedagang yang sukses. Menurut ajaran agama Islam berdagang memiliki tata cara tersendiri, sehingga tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Nah, untuk mengetahui bagaimana cara berdagang menurut ajaran agama Islam, simak ulasannya berikut ini.

Berdagang menurut agama Islam

Ada 7 cara yang harus dilakukan oleh seseorang yang ingin melakukan kegiatan berdagang. Karena jika berdagang sudah mengikuti 7 cara ini bisa lebih berkah dan bermanfaat. Berikut ini 7 cara berdagang menurut ajaran agama Islam yang harus dilakukan:

  1. Menjadikan Berdagang Sebagai Ibadah

Ibadah tidak hanya sebuah kegiatan yang berhubungan dengan hamba dan Tuhannya dalam bentuk kegiatan keagamaan. Namun Ibadah dalam arti lain juga termasuk apapun yang dilakukan untuk mengharapkan Ridha Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Apapun itu jika dilakukan untuk kebaikan, maka bisa disebut ibadah, seperti halnya berdagang. Berdagang merupakan ibadah jika kita niatkan untuk mencukupi kebutuhan keluarga dan mengharapkan Ridha Allah SWT.

Ada Beberapa syarat yang harus dipenuhi agar kegiatan berdagang yang dilakukan bisa menjadi sebuah ibadah, sebagaimana berikut ini syarat-syaratnya:

  • Niatkan kegiatan berdagang ikhlas karena Allah. Dengan niat yang baik, kita akan selalu bisa melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-larangannya. Dengan adanya ikhlas juga bisa mendorong kita untuk selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah kepada kita.
  • Syarat yang kedua yaitu harus sesuai dengan syariat Rasulullah SAW. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwasannya dalam agama Islam berdagang juga memiliki ketentuan-ketentuan yang bisa dijadikan sebagai acuan untuk beraktivitas.
  • Memiliki kesungguhan dan kerja keras untuk membuktikan apa yang kita kerjakan.

Dampak positif akan kita dapatkan jika menjadikan pekerjaan sebagai sebuah ibadah. Dampak ini bisa berpengaruh pada rohani dan kualitas pekerjaan. Dengan niat yang baik sangat diharapkan bisa menjadikan hati kita lebih ikhlas dan ketika nantinya terjadi sesuatu kita tidak memiliki rasa penyesalan dalam melakukan pekerjaan.

  1. Memenuhi Rukun Jual Beli

Berdagang bisa bernilai ibadah jika mengikuti Syariat agama atau rukun jual beli. Selain mendapatkan keberkahan rezeki jual beli yang dilakukan sesuai dengan Syariat agama, juga bisa memberikan pahala yang berlimpah kepada siapa saja yang melakukan. Adapun berikut ini beberapa rukun jual beli yang harus dipenuhi:

  • Penjual harus sehat akalnya, selain itu penjual juga harus memiliki barang yang akan dijual. Dengan kata lain dalam bentuk fisiknya serta mendapatkan izin untuk menjual barang tersebut.
  • Pembeli harus sehat akalnya dan bisa melakukan jual-beli tanpa paksaan. Degan kata lain sesuai dengan kemauan sendir. Jika pun pembeli tersebut masih anak kecil, syaratnya sudah mendapatkan izin untuk melakukan jual beli.
  • Barang yang dijual harus jelas fisiknya. Barang tersebut merupakan barang halal dan bermanfaat.
  • Adanya akad yang berupa Ijab dari penjual dan qobul dari pembeli.
  • Dalam transaksi jual-beli, penjual dan pembeli memiliki kerelaan.

Bagi kaum muslimin yang melakukan jual beli memang wajib untuk memenuhi rukun jual beli tersebut. Bisa rusak atau tidak boleh dilakukan jika rukun tersebut tidak terpenuhi.

  1. Hanya dengan kesepakatan bersama

Kesepakatan antara pihak pembeli dan penjual memang menjadi prinsip dalam perdagangan. Ketentuan hukum jual beli terletak pada akad yang dilakukan, baik itu berupa tujuan atau makna yang sama. Sehingga tidak harus menggunakan kata-kata khusus. Dalam artian lain, akad yang dilakukan dalam jual beli ini bisa dilakukan sesuai dengan adat kebiasaan yang sudah berlaku.

  1. Jujur dalam timbangan dan takaran

Cara berdagang menurut ajaran agama Islam yaitu harus jujur dalam timbangan atau takaran. Hal ini seringkali terjadi, masyarakat melakukan kecurangan dalam mengurangi takaran atau timbangan. jika hal ini dilakukan tidak jauh berbeda dengan mencuri. Jual beli yang dilakukan dengan mengurangi timbangan atau takaran bisa menimbulkan dosa dan jual beli tersebut tidak sah. Namun sangat dianjurkan jika penjual melebihkan timbangan agar pembeli merasa senang.

BACA JUGA: Manfaat Berbisnis dengan Berpegang Prinsip Islam

  1. Jujur mengenai barang yang ditawarkan

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda seorang muslim tidak dianjurkan untuk menjual barang yang cacat kepada siapapun, kecuali jika pembeli tersebut sudah menjelaskan kondisi sebenarnya kepada pembeli.

Kesimpulan dari sabda rasulullah shallallahu alaihi wasallam tersebut bahwa setiap penjual harus menjelaskan kondisi fisik dari barang yang dijualnya agar tidak terjadi kecewaan bagi pembeli. Hal ini penting untuk dilakukan karena saat ini banyak sekali kasus penipuan pada jual bel. kasus yang sering terjadi yaitu pembeli mengunggulkan barang yang dijual, sedangkan tidak sesuai dengan kondisi yang nyata. Apalagi saat ini banyak sekali jual beli online yang mana barang yang dijual tidak terlihat kondisi barangnya.

Jual beli ini berlaku untuk barang apapun baik itu makanan ataupun pakaian. Bahkan sering juga terjadi kasus jual beli buah-buahan yang mana pembeli meletakkan buah-buah yang berkualitas baik di tumpukan paling tinggi sedangkan di tumpukan paling bawah dicampur kan beberapa buah yang memang tidak memiliki kualitas terbaik. Jika pembeli berdasarkan kasus ini pembeli berhak untuk melakukan pembatalan.

  1. Menghindari Sumpah Berlebihan

Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda Dari Abu Hurairah “Sumpah itu menghapus keberkahan berdagang, namun melariskan barang dagangan”.

Saat ini banyak sekali para penjual yang menggunakan taktik apapun agar dagangannya laku. Bahkan ada beberapa pedagang yang menggunakan sumpah palsu agar dagangannya laris.

Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda dari Abu umamah Iyas bin tsa’labah Al Haris bahwasannya,

“Allah mengharamkan masuk surga dan mewajibkan masuk neraka bagi seseorang yang menyerobot hak orang lain melalui sumpahnya. Seseorang bertanya kepada Rasulullah “bagaimana jika hanya sedikit sumpah dilakukan?” Rasulullah menjawab dengan tegas “sekalipun berupa setangkai Kayu Siwak tetap saja haram untuk dilakukan”.

  1. Tidak mengajukan syarat batil

Dalam melakukan jual beli diperbolehkan melakukan persyaratan sifat. Contohnya seseorang menjual sepeda motor kepada pembeli, namun pembeli syaratkan untuk menaiki kendaraan tersebut. Sebagai contoh yang lainnya seperti penjual rumah mensyaratkan pembeli untuk mendiami rumah tersebut terlebih dahulu untuk menyiapkan perpindahan. Meski sudah dijelaskan mengajukan persyaratan  sifat dibolehkan. Namun ada saja beberapa orang yang masih melakukan kekeliruan dengan mengajukan syarat yang batil, sehingga jual beli yang dilakukan tersebut tidak sah.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

“Barangsiapa yang melakukan jual beli dan mensyaratkan persyaratan yang tidak ada dalam kitabullah, maka dianggap batil”.

Dalam Islam ada beberapa syarat yang tidak diperbolehkan dalam melakukan jual beli. Seperti halnya menggabungkan dua syarat dalam jual beli serta mensyaratkan sesuatu yang merusak inti dari jual beli tersebut. Contohnya penjual memberi syarat kepada pembeli agar tidak menjual barang tersebut kepada si A, sedangkan syarat batil yang bisa membatalkan jual-beli yaitu membeli dengan cara berhutang. Bukan berarti berhutang tidak boleh, namun yang menjadikannya tidak boleh jika pembelian dengan hutang diwajibkan pada tanggal tertentu, namun pembeli tidak bisa melunasinya. maka barang tersebut menjadi milik penjual lagi

Itulah 7 cara berdagang menurut ajaran agama Islam yang harus dilakukan bagi setiap muslim yang berdagang. Dengan menerapkan 7 cara tersebut, maka keberkahan dalam mencari rezeki akan didapatkan. Semoga ulasan ini bermanfaat dan memotivasi kita untuk selalu berbuat baik dalam hal apapun.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!